SEJARAH & DASAR HUKUM TERBENTUKNYA DESA LEDETALO

        Ledetalo adalah tempat yang mula-mulanya ditempati oleh warga masyarakat yang berkembang dari tahun ke tahun menjadi sebuahDara Rae (kampung)“; Perkembangan Perkampungan Lede Talo selanjutnya menjadi satuwilayah Ketemukungan Lede Talo”
Adapun kepemimpinan Ketemukungan Lede Talo adalah sabagai berikut:
     1. Ama Walu Hale :( 1891-1903 );
     2. Ama Bida Tangnga: ( 1904-1915 ).
Pada masa kepemimpinan Ama Bida Tangnga yaitu tahun 1910 Ketemukungan Lede Talo yang merupakan bagian dari wilayah pemerintahan Vetor Liae berpindah/beralih-berbagung dengan pemerintahan Raja Sabu di Seba sehingga nama Ketemukungan Lede Talo berubah menjadi “Ketemukungan Kotahawu.
      Pada waktu terjadi pergantian nama Ketemukungan itu dengan sendirinya nama Ketemukungan Lede Talo mulai hilang namun masih merupakan wilayah ketemukungan yang sama yaitu Temukung Kotahawu.
Ketemukungan Kotahawu pada perkembangannya dari tahun ke tahun yakni mulai dari tahun 1916-1966 dapat dipimpin oleh beberapa temukung sebagaimana yang dituturkan dalam sejarah Desa Kotahawu.
      Pada masa pemerintahan Gaya Baru ( tahun 1966/1967) status ketemukungan Kotahawu berubah menjadi sebuah desa dengan  nama “Desa Kotahawudengan wilayah administrasi meliputi LedeTalo juga sebagai salah satu dusun dari Desa Kotahawu.
       Pemerintah Desa Kotahawu sejak terbentuk menjadi desa pada masa pemerintahan Gaya Baru terhitung dari tahun 1967 hingga tahun 2003 masih merupakan salah satu desa dari wilayah administratif Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Kupang. Dalam kurung waktu tersebut kepemimpinan Desa Kotahawu selalu terjadi pergantian kepemimpinan secara demokratis sebagaimana tertuang dalam sejarah Desa Kotahawu.
Pada  masa  kepemimpinan  kepala Desa Kotahawu ketiga  yakni Thomas Haba  Lena,
Desa Kotahawu dimekarkan dari Kecamatan Sabu Barat dan bergabung dengan Kecamatan Sabu Liae yang dimekarkan juga dari Kecamatan Sabu Timur tepat pada tahun 2004; Pada waktu pemekaran inilah maka Dusun Ledetalo pun dimekarkan menjadi sebuah desa definitif di wilayah Kecamatan Sabu Liae dengan nama Desa Ledetalo hingga sekarang.

      Adapun kepemimpinan Desa Ledetalo terhitung dari tahun 2005 hingga  tahun 2021
adalah sebagai berikut :

     a. Daniel Mata Ratu           : Penjabat Kepala Desa/Kepala Desa Persiapan ( Tahun 2005 );
     b. Timotius Mata Ratu        : Kepala Desa Definitf (Tahun 2006 - 2007);
     c. Ester Mata Ratu             : Plt. Kepala Desa (Pertengahan Tahun 2007 – Akhir Tahun 2008);
     d. Nimrod Mata Ratu          : Kepala Desa Definitif (Tahun 2009 – Pertengahan Tahun 2012);
     e. Ester Mata Ratu             : Plt. Kepala Desa (Pertengahan Tahun 2012 – 2013);
     f.  Ester Mata Ratu             : Kepala Desa Definitif (Tahun 2013 – 2019);
     g. Arif Nofadsilmus Ramly  : Pj. Kepala Desa (2019-2020);
     h. Yusak Mangngi, S.Th   : Kepala Desa Definitif (2021-2026).
Dengan demikian Desa Ledetalo sampai dengan awal kepimimpinan Kepala Desa Yusak Mangngi, S.Th, tepatnya bulan Januari 2021 telah berusia 16 tahun.
Pada masa kepemimpinan Yusak Mangngi, S.Th, dibantu oleh 1 orang Sekdes, 3 orang Kaur, 2 orang Kepala Seksi dan 3 orang Kepala Dusun yaitu:
Sekretaris Desa :

    Lodiwik Mangngi Mata
Kaur :
    a. Jekwin Lay Day
    b. Dafidson Ala Ede
    c. Marlonius Mata Ratu
Kepala Seksi :
   a. William Mata Ratu
   b. Lisa saputri Tedju Hadja
Kepala Dusun :
  a. Teofilus Rohi (Kadus I)
  b. Bendelina Doko,  A.Ma (Kadus II)
  c. Timotius Lodo Rete (Kadus III)

 
 

Lapak Terlaris